Jakarta, 15 September 2025 — Hanya dalam kurun waktu dua hari terakhir, Indonesia dilanda 24 kejadian bencana alam yang tersebar di berbagai wilayah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, peristiwa tersebut mengakibatkan sedikitnya 22 orang meninggal dunia, puluhan lainnya luka-luka, dan ribuan warga harus mengungsi serta terdampak kerugian material.
Jenis bencana yang terjadi meliputi banjir, longsor, angin puting beliung, hingga kebakaran hutan dan lahan. Provinsi dengan dampak paling parah antara lain Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Barat.
Selain korban jiwa, ribuan rumah dilaporkan rusak ringan hingga berat, fasilitas umum terdampak, dan akses jalan di sejumlah daerah terputus. Tim gabungan BNPB, BPBD, TNI, Polri, dan relawan saat ini masih melakukan evakuasi dan penyaluran bantuan darurat.

Tanggapan FKPPAI Nasional
Menanggapi situasi ini, Agung Pratama, S.Ip, Kepala Divisi Kebencanaan Forum Komunikasi Pemuda Pecinta Alam Indonesia (FKPPAI) Nasional menegaskan pentingnya sinergi semua pihak.
“Rangkaian bencana ini menunjukkan betapa rentannya wilayah kita terhadap perubahan iklim dan degradasi lingkungan. Pemerintah daerah, lembaga kebencanaan, dan masyarakat sipil harus memperkuat sistem peringatan dini dan kesiapsiagaan berbasis komunitas,” kata Agung.
“FKPPAI mendorong agar pendidikan kebencanaan diperluas, tidak hanya di sekolah, tetapi juga melalui pelatihan komunitas agar masyarakat mampu bertindak cepat saat bencana datang,” tambahnya.
Langkah Tanggap Darurat
- Pendataan korban dan kerusakan terus diperbarui.
- Dapur umum didirikan di titik-titik pengungsian.
- Peralatan evakuasi dan logistik tambahan dikirim ke wilayah terdampak.
BMKG telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di beberapa provinsi hingga akhir pekan ini. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan, khususnya di daerah rawan banjir dan longsor.










