Bogor, 9 September 2025, Forum Komunikasi Pemuda Pecinta Alam Indonesia (FKPPAI) menyampaikan duka cita yang mendalam atas peristiwa tragis ambruknya bangunan Majelis Taklim Asobiyah di Desa Sukamakmur, Ciomas, Kabupaten Bogor, pada Minggu (7/9) pagi, yang menelan korban jiwa dan melukai ratusan jamaah yang hadir dalam peringatan Maulid Nabi.
Belasungkawa dan Solidaritas
Kami turut berduka atas wafatnya empat jamaah perempuan dalam kejadian ini: almarhumah Irni Susanti, Wulan, Nurhayati, dan Yuli. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah mereka dan memberi ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan.
FKPPAI juga menyampaikan doa untuk kesembuhan puluhan korban luka yang hingga kini masih menjalani perawatan medis. Solidaritas kami bersama seluruh warga Ciomas, Bogor, dan segenap umat yang sedang berduka.

Fakta yang Terungkap
Berdasarkan laporan resmi, bangunan berukuran 12 x 10 meter yang baru berdiri sekitar enam bulan tersebut memiliki kapasitas 150 orang. Namun pada saat acara, diperkirakan terdapat 400–500 jamaah yang hadir. Kondisi inilah yang diduga kuat menyebabkan struktur bangunan tidak mampu menahan beban, hingga akhirnya runtuh dan menimpa jamaah yang sedang mengikuti acara pengajian.
Hingga Senin (8/9), data menunjukkan:
- 4 orang meninggal dunia
- 158 korban terdampak secara keseluruhan
- 59 orang masih menjalani perawatan di berbagai rumah sakit
- Selebihnya sudah diperbolehkan pulang atau hanya menjalani rawat jalan
Catatan Kritis
Tragedi ini menjadi peringatan keras tentang lemahnya pengawasan kualitas bangunan publik dan minimnya kesadaran terkait keselamatan acara keagamaan maupun sosial yang menghadirkan massa dalam jumlah besar.
Ada beberapa catatan penting:
- Kualitas Konstruksi – Bangunan baru enam bulan berdiri, namun sudah roboh. Ini mengindikasikan potensi pelanggaran standar konstruksi.
- Manajemen Risiko Acara – Jumlah jamaah membludak jauh di atas kapasitas, tanpa mitigasi yang memadai.
- Keselamatan Publik – Masih minim edukasi dan aturan ketat soal batas kapasitas bangunan untuk acara massal.
Seruan dan Rekomendasi
FKPPAI menyerukan beberapa langkah nyata:
- Investigasi Transparan – Pemerintah daerah, aparat hukum, dan lembaga teknis harus melakukan investigasi mendalam mengenai kualitas bangunan dan pihak yang bertanggung jawab.
- Audit Bangunan Publik – Semua rumah ibadah, gedung pertemuan, dan fasilitas publik yang berpotensi dipakai massal harus segera diaudit standar keselamatan dan kapasitasnya.
- Edukasi Keselamatan – Masyarakat perlu diberi pemahaman soal batas aman kapasitas gedung serta pentingnya jalur evakuasi.
- Kolaborasi Relawan – FKPPAI siap mendukung upaya penanganan psikososial, distribusi bantuan, serta advokasi kebijakan pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.
Ajak Kolaborasi Pecinta Alam
Sebagai jaringan pecinta alam dan relawan kebencanaan, kami mengajak seluruh komunitas pecinta alam, khususnya di wilayah Bogor dan sekitarnya, untuk:
- Membantu evakuasi dan pemulihan korban secara terkoordinasi dengan BPBD dan aparat terkait.
- Memberikan dukungan logistik dan psikososial kepada keluarga korban.
- Menggalang solidaritas publik melalui donasi kemanusiaan yang terarah dan bertanggung jawab.
FKPPAI menegaskan bahwa tragedi ini bukan sekadar musibah, melainkan alarm peringatan tentang pentingnya tata kelola bangunan publik yang aman dan berorientasi pada keselamatan manusia.
Penutup
Semoga peristiwa ini menjadi pelajaran berharga agar keselamatan publik tidak lagi diabaikan. Kami percaya, dengan kerja sama semua pihak—pemerintah, masyarakat, dan organisasi masyarakat sipil—Indonesia dapat lebih siap mencegah dan menghadapi risiko bencana serupa.
Salam Lestari,
Mewujudkan solidaritas, menjaga keselamatan, dan membangun kesadaran publik.










