Bandung, 10 September 2025 – Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban terakhir insiden tenggelam di Sungai Citarum, Kabupaten Bandung. Pada Rabu, 10 September 2025, pukul 09.10 WIB, korban atas nama Ari S (24 tahun, pelajar) berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di koordinat 6°55’35,568″S – 107°29’31,23″E. Korban kemudian dievakuasi ke rumah duka untuk dimakamkan pihak keluarga.
Dengan ditemukannya korban kedua ini, maka operasi SAR resmi ditutup. Total korban yang berhasil ditemukan sebanyak 2 orang, seluruhnya dalam kondisi meninggal dunia.

Unsur Terlibat dalam Operasi SAR
Operasi pencarian dan pertolongan melibatkan 61 personil dari berbagai unsur:
- Basarnas Bandung – 4 personil
- Polsek Margaasih – 5 personil
- Disdamkarmat Kabupaten Bandung – 5 personil
- BPBD Kabupaten Bandung – 10 personil
- PMI Kabupaten Bandung – 6 personil
- Tagana Kabupaten Bandung – 9 personil
- YKPA – 3 personil
- Rimbawan – 6 personil
- Kosipala – 1 personil
- Sadawana – 2 personil
- Teko – 1 personil
- Baraya Walungan – 2 personil
- Resgab – 3 personil
- Dunia Ojol78
- PMI Kota Cimahi – 2 personil
- Relawan Cimahi – 1 personil
- Mapala Cantigi
Pernyataan Resmi Kepala Kantor SAR Bandung
Kepala Kantor SAR Bandung menyampaikan rasa duka cita mendalam dan apresiasi atas sinergi semua pihak:
“Alhamdulillah seluruh korban telah ditemukan. Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Operasi SAR ini dapat berjalan lancar berkat kerja sama solid seluruh unsur SAR gabungan, baik dari instansi pemerintah, TNI-Polri, relawan, maupun masyarakat. Semoga ke depan kesadaran masyarakat dalam menjaga keselamatan di sungai semakin meningkat, sehingga tragedi serupa dapat dicegah,” ujar Kepala Kantor SAR Bandung.
Pernyataan Ketua FKPPAI Jawa Barat
Ketua Forum Komunikasi Pemuda Pecinta Alam Indonesia (FKPPAI) Jawa Barat, Octavianus Dekonoto, BSc.F, yang juga merupakan anggota MPKA RIMBAWAN UNWIM Bandung, menegaskan pentingnya kolaborasi antara relawan pecinta alam dan instansi resmi:
“Kehadiran organisasi pecinta alam seperti Rimbawan, Mapala, dan komunitas relawan dalam operasi SAR ini membuktikan bahwa jiwa kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat tetap hidup dalam tubuh pecinta alam. Kami di FKPPAI Jawa Barat mendorong agar koordinasi lintas elemen terus diperkuat, bukan hanya saat tanggap darurat, tetapi juga dalam upaya pencegahan melalui edukasi keselamatan di alam terbuka,” ungkap Kang Octa.
Beliau menambahkan bahwa FKPPAI Jawa Barat akan terus menjadi mitra strategis Basarnas, BPBD, dan instansi terkait lainnya dalam menghadapi bencana dan operasi kemanusiaan di wilayah Jawa Barat.

Penutup
Dengan ditemukannya seluruh korban, Operasi SAR Sungai Citarum dinyatakan resmi ditutup. Seluruh unsur yang terlibat kembali ke kesatuannya masing-masing. Semoga keluarga korban diberikan ketabahan, dan peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di wilayah perairan sungai.










