Bandung, 20 September 2025 – Dua mahasiswa Universitas Winaya Mukti (UNWIM) Bandung kembali mengharumkan nama almamater di kancah nasional. Romy Ksatria dan Intan Puji Astuti, mahasiswa Fakultas Kehutanan sekaligus anggota MPKA Rimbawan UNWIM, berhasil meraih hibah Small Grant Programme RBC 3 dari Indonesia FELU Net Sink 2030 untuk program inovasi pengelolaan sampah.
Program hibah ini merupakan salah satu inisiatif strategis dalam mendukung komitmen Indonesia mencapai Net Sink 2030, dengan fokus pada sektor kehutanan, lingkungan, serta pengurangan emisi dari pengelolaan sampah. Proposal yang diajukan Romy dan Intan berjudul “Pengelolaan Sampah Terpadu Berbasis Komunitas”, yang mengedepankan konsep circular economy melalui pendekatan reduce, reuse, recycle (3R) serta pemberdayaan masyarakat sekitar kampus.
“Kami ingin membangun model pengelolaan sampah yang bukan hanya menyelesaikan masalah, tetapi juga memberi nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Romy Ksatria dalam keterangan resminya.
Sementara itu, Intan Puji Astuti menegaskan bahwa inisiatif mereka berangkat dari keresahan akan menumpuknya sampah di wilayah perkotaan. “Dengan dukungan hibah ini, kami berharap bisa membangun sistem yang aplikatif dan mudah direplikasi di komunitas lain,” ungkapnya.

Dekan Fakultas Kehutanan UNWIM memberikan apresiasi atas capaian tersebut. “Prestasi Romy dan Intan membuktikan bahwa mahasiswa kami tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga aktif mencari solusi nyata untuk isu lingkungan. Kami bangga karya mereka mendapat pengakuan di tingkat nasional,” ujarnya.
Hibah Small Grant Programme RBC 3 ini diharapkan menjadi titik awal bagi Romy dan Intan untuk mengembangkan model pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang berkontribusi langsung pada pencapaian target penurunan emisi. Program ini akan segera diimplementasikan di wilayah Bandung dengan melibatkan komunitas lokal, organisasi kepemudaan, serta mitra lingkungan.
Keberhasilan ini menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Dengan semangat kolaborasi, Romy dan Intan optimistis langkah kecil mereka akan memberikan dampak besar bagi lingkungan dan masyarakat.










