Beranda / OPINI / FKPPAI Dukung Proyek Sampah Jadi Listrik

FKPPAI Dukung Proyek Sampah Jadi Listrik

FKPPAI.id – Momentum Hari Peduli Sampah Nasional 2026 menjadi ruang refleksi sekaligus penegasan komitmen berbagai pihak dalam mencari solusi konkret atas persoalan sampah nasional. Menyikapi perdebatan mengenai proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), Forum Komunikasi Pemuda Pecinta Alam Indonesia menyatakan dukungan terhadap langkah pemerintah dalam mendorong inovasi pengelolaan sampah berbasis teknologi.

FKPPAI menilai bahwa persoalan sampah di berbagai daerah telah berada pada titik yang memerlukan terobosan kebijakan. Keterbatasan daya tampung tempat pembuangan akhir, peningkatan volume sampah perkotaan, serta lemahnya sistem pemilahan di sumber menuntut pendekatan yang lebih terintegrasi. Dalam konteks tersebut, proyek sampah menjadi listrik dipandang sebagai salah satu instrumen strategis untuk mengurangi timbunan residu sekaligus menghasilkan energi alternatif.

Ketua Bidang Lingkungan Hidup Pengurus Nasional FKPPAI, Dedi Purwanto, M.Pd, yang akrab disapa Dedi, menyatakan dukungan terhadap kebijakan pemerintah selama dilaksanakan dengan standar lingkungan yang ketat. “Kami mendukung langkah pemerintah dalam mendorong proyek sampah jadi listrik sebagai bagian dari solusi pengelolaan sampah nasional. Namun pelaksanaannya harus berbasis kajian ilmiah, transparan, serta memenuhi standar pengendalian emisi agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat,” ujar Dedi.

Menurutnya, teknologi pengolahan sampah menjadi energi tidak boleh berdiri sendiri, melainkan harus menjadi bagian dari sistem terpadu yang tetap mengutamakan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). FKPPAI menekankan bahwa edukasi pemilahan sampah di tingkat rumah tangga dan penguatan bank sampah tetap menjadi fondasi utama, sementara PSEL berfungsi menangani residu akhir yang tidak dapat didaur ulang.

FKPPAI juga mendorong pemerintah daerah untuk memastikan adanya pengawasan independen, audit lingkungan berkala, serta keterlibatan publik dalam setiap tahapan proyek. Transparansi dan akuntabilitas dinilai menjadi kunci agar proyek ini tidak hanya berhasil secara teknis, tetapi juga memperoleh legitimasi sosial dari masyarakat.

Sebagai organisasi kepemudaan pecinta alam, FKPPAI melihat proyek sampah jadi listrik sebagai peluang transformasi menuju pengelolaan lingkungan yang lebih modern dan berkelanjutan. Dengan perencanaan matang dan pengawasan ketat, inisiatif ini diharapkan mampu mengurangi beban TPA, menekan pencemaran, serta berkontribusi pada ketahanan energi nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *