FKPPAI.id, Lombok – Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) memastikan bahwa seluruh jalur pendakian Gunung Rinjani akan dibuka kembali mulai 28 Maret 2026, setelah sebelumnya ditutup sejak awal Januari akibat cuaca ekstrem yang berpotensi membahayakan keselamatan pendaki.
Pembukaan kembali jalur pendakian ini dilakukan setelah melalui serangkaian evaluasi menyeluruh terhadap kondisi cuaca, jalur pendakian, serta kesiapan sarana dan prasarana pendukung. BTNGR menegaskan bahwa keputusan ini diambil dengan mengutamakan aspek keselamatan pendaki sekaligus menjaga kelestarian ekosistem kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani.
Selama masa penutupan, pihak pengelola melakukan berbagai pembenahan dan peningkatan sistem pengelolaan pendakian, termasuk penguatan prosedur keselamatan, peningkatan koordinasi petugas lapangan, serta persiapan penerapan teknologi pendukung keselamatan pendaki. Langkah ini diharapkan mampu meminimalkan risiko kecelakaan serta meningkatkan respons cepat dalam kondisi darurat.
Selain aspek keselamatan, pembukaan kembali jalur pendakian Rinjani juga diarahkan untuk mendukung pariwisata berkelanjutan berbasis konservasi. Pemerintah daerah bersama pengelola taman nasional dan masyarakat sekitar terus mendorong pengelolaan pendakian yang tidak hanya berorientasi pada jumlah kunjungan, tetapi juga pada kualitas pengalaman wisata dan perlindungan lingkungan.
BTNGR mengimbau para calon pendaki untuk mempersiapkan pendakian dengan baik, mematuhi seluruh peraturan yang berlaku, serta selalu memantau informasi resmi terkait kondisi cuaca dan jalur pendakian. Pendaki juga diharapkan berkontribusi dalam menjaga kebersihan dan kelestarian Gunung Rinjani sebagai salah satu ikon alam Indonesia.
Dengan dibukanya kembali jalur pendakian ini, Gunung Rinjani diharapkan dapat kembali menjadi destinasi pendakian unggulan yang aman, tertib, dan berkelanjutan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Editor : Tim Redaksi










