Lampung, 9 September 2025 – Curah hujan ekstrem pada Senin (8/9) sejak pagi hingga malam hari memicu banjir bandang dan longsor di sejumlah wilayah Kabupaten Pesisir Barat dan Tanggamus, Lampung. BPBD Pesisir Barat menyebut terdapat hingga tiga meter ketinggian air di delapan desa dari enam kecamatan terdampak.
Dampak Bencana & Data Awal
Menurut Kepala Pelaksana BPBD Pesisir Barat, Imam Habibbudin, delapan desa dari enam kecamatan terdampak banjir, yakni: Karya Penggawa, Lemong, Ngambur, Krui Selatan, Way Krui, dan Pesisir Tengah. Desa-desa terdampak termasuk Pekon Laay, Rata Agung, Bumi Restu, Mandiri Sejati, Labuhan Mandi, dan Kelurahan Pasar Kota Krui serta Pasar Krui. Tingginya debit air hingga 3 meter menyebabkan ribuan rumah terendam dan kantor pemerintah ikut tergenang.
Di lokasi, banjir turut merendam lahan pertanian, kendaraan, dan beberapa infrastruktur jalan utama, menutup akses antardesa dan memicu isolasi sebagian wilayah.
Tanggap Darurat & Respons Lapangan
Tim gabungan BPBD Lampung bersama TNI, Polri, Basarnas, PMI, dan relawan telah dikerahkan. Operasi tanggap darurat mencakup:
- Evakuasi warga lanjut usia, lansia, dan anak-anak ke balai desa dan rumah ibadah
- Pendirian posko kesehatan dan dapur umum di beberapa titik terdampak
- Penyaluran bantuan berupa makanan siap saji, air mineral, selimut, dan obat-obatan
- Pembersihan jalan dari material longsor dan pohon tumbang untuk memulihkan konektivitas
Hingga saat ini, belum dilaporkan adanya korban jiwa. Namun, kerusakan material diperkirakan mencapai miliaran rupiah dan aktivitas sosial-ekonomi warga terganggu secara signifikan.

Prakiraan Cuaca & Peringatan BMKG
BMKG Lampung menyampaikan bahwa hingga Selasa, 9 September 2025, wilayah seperti Mesuji, Lampung Tengah, Kota Metro, Lampung Timur, Lampung Selatan, Pesawaran, dan Pringsewu berpotensi hujan dari pagi hingga sore, dengan kemungkinan disertai kilat, angin kencang, dan intensitas sedang hingga lebat pada siang hari hingga malam.
BPBD Pesisir Barat juga menekankan pentingnya kewaspadaan karena hujan ekstrem masih berlangsung hingga malam ini, memperbesar risiko banjir susulan di lokasi terdampak ([turn0search4]).
Suara dari Pecinta Alam Lampung
FKPPAI Lampung menyatakan keprihatinan dan menyerukan solidaritas:
“Kami mengajak sahabat pecinta alam untuk bergabung memberikan dukungan baik secara tenaga maupun logistik. Namun keselamatan relawan adalah prioritas utama setiap aksi harus sesuai protokol dan terkoordinasi dengan tim lapangan,”
ujar Rescue Lampung, M. Pramudya Aulia.
Ajakan Gerakan Solidaritas & Panduan Aksi
FKPPAI Lampung bersama komunitas pecinta alam membuka Posko Solidaritas Pecinta Alam Lampung di Krui (Pesisir Barat) dan Bandar Lampung, dengan rincian koordinasi sebagai berikut:
- Respons Lapangan
- Evakuasi warga rentan seperti lansia dan anak-anak
- Pembersihan dan normalisasi akses jalan
- Bantuan Logistik
- Air minum kemasan, makanan siap saji, selimut, obat-obatan
- Peralatan tidur dan perlindungan darurat
- Relawan Keahlian
- Tenaga SAR, medis lapangan, pendamping psikososial
- Koordinasi Terpusat
- Semua bantuan wajib disampaikan melalui posko resmi untuk distribusi optimal dan menghindari duplikasi
- Keselamatan Relawan
- Gunakan perlengkapan standar (helm, boots, pelampung, sarung tangan)
- Hindari area rawan longsor dan bertindak hanya dalam tim resmi
Posko Kontak & Informasi
- Media Koordinasi (Bandar Lampung)
- Kontak Darurat/WA: 0896 2516 1044
Penutup & Harapan
Banjir bandang di Lampung merupakan peringatan awal akan perubahan iklim ekstrem yang menyebabkan kerentanan wilayah pesisir. Mitigasi yang terstruktur, kesiapsiagaan berkelanjutan, dan semangat kolaborasi menjadi kunci pemulihan cepat dan tangguh.
Mari kita solid bersama pecinta alam Lampung dan warga terdampak bangkit bersama, selamat bersama.
Lampung Tanggap, Alam Peduli, Solidaritas Memulihkan.










