Beranda / WISATA ALAM / Daftar Hewan Liar Potensial Bahaya di Gunung Gede Pangrango

Daftar Hewan Liar Potensial Bahaya di Gunung Gede Pangrango

fkppai.id, 5 September 2025. Sebagai kawasan konservasi dengan ekosistem yang kaya di Jawa Barat, berikut ini adalah daftar satwa buas atau berpotensi berbahaya yang terpantau hidup di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP):


🐾 1. Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas)

  • Termasuk predator puncak (top predator) di TNGGP.
  • Data tahun 2024 melaporkan terdapat setidaknya 24 individu, termasuk yang berwarna hitam atau disebut macan kumbang, terpantau melalui kamera jebak di kawasan jauh dari jalur pendakian CNN IndonesiadetikTravel.
  • Meskipun populasi masih terjaga, macan ini tergolong hewan buas dan berisiko jika mendekati zona pendakian.

2. Babi Hutan (Sus scrofa)

  • Hewan aktif di malam hari dan sering merusak tenda atau mencuri makanan pendaki.
  • Banyak dijumpai di pegunungan Jawa termasuk Gede Pangrango IDN Timesblog.eigeradventure.com.

3. Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis)

4. Anjing Hutan Liar (Cuon alpinus atau sejenisnya)

5. Owa Jawa (Hylobates moloch) dan Elang Jawa (Nisaetus bartelsi)

  • Merupakan satwa kunci konservasi yang terpantau di TNGGP. Tidak agresif terhadap manusia, namun penting digolongkan dalam fauna liar utama gardaanimalia.com.

6. Kucing Hutan atau Leopard Cat & Silvery Gibbon, Java surili, Java lutung

  • Termasuk primata dan mamalia kecil lainnya yang hidup di dalam kawasan, sebagian bersifat pemalu dan tidak agresif, namun tetap dihitung sebagai satwa liar pent­ing Wikipediagardaanimalia.com.

7. Javan Ferret-Badger (Melogale orientalis)

  • Satwa nokturnal aktif saat malam dan sering terlihat mencari makanan di area piknik. Tidak membahayakan manusia, tetapi masuk dalam kategori fauna malam yang aktif dan liar Wikipedia.

8. Bartels’s Rat dan Sody’s Tree Rat

  • Rodent endemik kawasan Gede Pangrango yang terancam (VU dan EN), hidup di hutan bambu atau kebun. Tidak berbahaya bagi manusia, tetapi bagian dari biodiversity penting Wikipedia+1.

📌 Catatan Operasional & (Rekomendasi)

  1. Macan tutul dan babi hutan masuk sebagai hewan buas yang perlu diwaspadai, terutama di malam hari.
  2. Pendaki diimbau tidak membuang sampah makanan sembarangan, untuk menghindari menarik hewan liar ke jalur hiking atau basecamp CNN IndonesiadetikTravel.
  3. Sebagian besar satwa seperti monyet, babi hutan, owa, elang, aktif di zona dekat vegetasi lebat dan lebih sering muncul saat malam hari.
  4. Banyak spesies primata dan mamalia kecil lainnya yang terpantau secara riset, menjadikan Gede Pangrango sebagai zona biodiversitas tinggi.

📣 Kesimpulan

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango merupakan rumah bagi berbagai satwa liar, beberapa di antaranya termasuk predator besar seperti macan tutul jawa dan spesies agresif seperti babi hutan dan monyet ekor panjang. Penting bagi pengunjung dan pendaki untuk mengikuti protokol konservasi dan keamanan agar satwa liar tetap terlindungi, dan wisata tetap aman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *