Beranda / HUMANIORA / FKPPAI Apresiasi Aksi Solidaritas Mahasiswa Pecinta Alam USK dalam Penanggulangan Banjir Aceh

FKPPAI Apresiasi Aksi Solidaritas Mahasiswa Pecinta Alam USK dalam Penanggulangan Banjir Aceh

fkppai.id — Forum Komunikasi Pemuda Pecinta Alam Indonesia (FKPPAI) menyampaikan apresiasi tinggi atas aksi kemanusiaan yang telah dilakukan oleh Tim Tanggap Bencana Mahasiswa Ekonomi Pecinta Alam dan Lingkungan Hidup (METALIK) dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (USK) dalam menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak banjir bandang dan longsor di Kabupaten Nagan Raya dan Aceh Tengah.

Dalam kondisi darurat bencana yang telah memutus akses transportasi utama akibat runtuhnya jembatan penghubung di daerah Beutong Ateuh Celala, tim relawan mahasiswa pecinta alam ini berhasil menembus jalur alternatif terpencil dan ekstrem untuk menjangkau masyarakat yang terisolasi. Jalur Beutong Ateuh Takengon menjadi satu-satunya akses darat yang memungkinkan distribusi bantuan pada fase awal tanggap darurat.

Sebanyak 11 relawan METALIK diberangkatkan dari Banda Aceh, dan setelah menempuh perjalanan hampir tiga hari melalui medan berat, tim tiba di Takengon pada 19 Desember 2025 dengan dukungan kendaraan off-road dari Indonesian Off-Road Federation (IOF).

Bantuan yang dibawa berupa sembako dan kebutuhan pokok dengan total berat sekitar tiga ton, hasil dari donasi masyarakat dan berbagai pihak yang peduli terhadap musibah ini. Distribusi dilakukan secara bertahap ke desa-desa di Beutong Ateuh dan Aceh Tengah, termasuk Rusip Antara, Genting Gerbang, Kuyun, Daling, Paya Reje, Mendale, Kenawat, Toweren, dan Bintang.

FKPPAI menilai langkah ini bukan semata aksi simpati, tetapi merupakan wujud nyata semangat solidaritas, komitmen pemuda pecinta alam terhadap masyarakat terdampak bencana, serta peran civitas akademika dalam bencana nasional. Kontribusi mereka menjadi teladan dalam gerakan kepedulian bagi wilayah-wilayah terpencil yang sering terabaikan karena kesulitan akses.

FKPPAI juga mengajak semua elemen masyarakat, organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan, dan komunitas pecinta alam di seluruh Indonesia untuk terus bersinergi dalam mendukung pemulihan Aceh pascabanjir, termasuk mendorong penguatan akses logistik, rehabilitasi infrastruktur, dan pemulihan sosial ekonomi masyarakat.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *