Bandung, 9 September 2025 – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap dua orang korban tenggelam di Sungai Citarum, Desa Citunggul, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, memasuki hari ketiga (H.3). Tim SAR gabungan dari berbagai unsur terus melakukan upaya maksimal untuk menemukan korban yang dilaporkan hilang sejak akhir pekan lalu.
Identitas Korban
- Dalam Pencarian (DP): Ari S (24 tahun, laki-laki, wiraswasta)
- Meninggal Dunia (MD): Cahya (20 tahun, laki-laki)
Kronologi Perkembangan Operasi H.3
- 07.30 WIB – Tim SAR Gabungan melaksanakan briefing kesiapan personel, pemaparan situasi terkini, serta pembagian tugas di lapangan.
- 08.00 WIB – Tim dibagi ke dalam 3 SRU (Search and Rescue Unit) dengan titik kerja yang berbeda.
- 08.30 WIB – Tim mulai melakukan pencarian di sekitar Last Known Position (LKP) menggunakan Landing Craft Rubber (LCR) milik Basarnas dan BPBD.
- 09.00 WIB – Penyisiran dilanjutkan dengan perahu rafting dari LKP menuju Jembatan Daraulin, dengan jarak tempuh sekitar 2 km.
- 13.20 WIB – Pemantauan visual dilakukan di area Curug Jompong, yang dikenal memiliki arus deras serta pusaran air berbahaya.
- 15.15 WIB – Tim menerima informasi adanya penemuan salah satu korban di sekitar wilayah pencarian. Petugas segera melakukan assessment ke lokasi temuan.
- 15.35 WIB – Korban atas nama Cahya (20 tahun) berhasil ditemukan pada koordinat 6°55’56.106″S – 107°30’21.27″E dalam kondisi meninggal dunia (MD). Selanjutnya, jenazah dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di rumah duka.
Dengan ditemukannya Cahya, hingga saat ini masih tersisa satu korban bernama Ari S (24 tahun) yang dalam status pencarian oleh tim gabungan.
Unsur yang Terlibat
Operasi SAR ini melibatkan berbagai instansi pemerintah, organisasi kebencanaan, serta elemen masyarakat dengan total puluhan personel, antara lain:
- Basarnas Bandung – 4 personel
- Polsek Margaasih – 5 personel
- Disdamkarmat Kab. Bandung – 5 personel
- BPBD Kab. Bandung – 10 personel
- PMI Kab. Bandung – 6 personel
- Tagana Kab. Bandung – 9 personel
- Yayasan KPA (YKPA)
- MPKA Rimbawan – 6 personel
- Kosipala
- Sadawana
- Teko
- Baraya Walungan – 2 personel
- Dunia Ojol78
- Resgab – 3 personel
- PMI Kota Cimahi – 2 personel
- Relawan Cimahi – 1 personel
- Mapala Cantigi
Kondisi Lapangan
Sungai Citarum di kawasan Margaasih memiliki karakteristik arus deras dengan kontur berbatu, sehingga menyulitkan proses pencarian. Titik-titik kritis seperti Curug Jompong menjadi fokus pemantauan karena adanya potensi korban tersangkut pada pusaran air maupun material sungai. Cuaca cerah pada hari ketiga cukup mendukung upaya pencarian, meski debit air sungai terpantau masih cukup tinggi.
Pernyataan Resmi
Kepala Basarnas Bandung menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat:
“Kami mengucapkan terima kasih atas sinergi semua pihak, baik instansi resmi maupun unsur relawan yang bahu membahu dalam operasi ini. Korban Cahya berhasil ditemukan pada sore hari, sementara upaya pencarian terhadap Ari S akan terus dilanjutkan. Fokus kami adalah bekerja maksimal hingga seluruh korban dapat ditemukan dan diserahkan kepada keluarga.”

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Pemuda Pecinta Alam Indonesia (FKPPAI) Jawa Barat, Octavianus Dekonoto, BSc.F, yang juga bagian dari keluarga MPKA Rimbawan Unwim Bandung, menyampaikan:
“Kami turut berbelasungkawa atas musibah ini. Kehadiran relawan pecinta alam dalam operasi SAR bukan hanya soal keahlian lapangan, tetapi juga panggilan hati untuk kemanusiaan. Sebagai keluarga besar MPKA Rimbawan, saya merasakan langsung bagaimana rekan-rekan di lapangan berjuang dengan penuh dedikasi, meski dihadapkan pada arus deras dan medan sulit. Kami berharap korban yang masih dalam pencarian segera ditemukan, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Sinergi antar lembaga resmi dan komunitas relawan ini adalah bukti bahwa kemanusiaan selalu menjadi yang utama.”
Rencana Lanjutan
Operasi SAR akan tetap dilanjutkan pada H.4 dengan strategi memperluas area pencarian hingga beberapa kilometer ke arah hilir. Selain penyisiran menggunakan LCR dan perahu rafting, tim juga akan melakukan pemantauan darat di titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi korban terbawa arus.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Posko SAR Gabungan Sungai Citarum – Desa Citunggul, Kec. Margaasih, Kab. Bandung










