Beranda / HUMANIORA / UNISS Batang dan FKPPAI Tanam Pohon Konservasi di Lereng Bukit Jrakahpayung

UNISS Batang dan FKPPAI Tanam Pohon Konservasi di Lereng Bukit Jrakahpayung

Batang, Jawa Tengah, fkppai.id – Universitas Selamat Sri (UNISS) Batang melalui Fakultas Teknik dan Rekayasa (FTR) melaksanakan kegiatan Bakti Sosial Peduli Lingkungan berupa penanaman pohon konservasi di lereng bukit Desa Jrakahpayung, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Minggu (21/12). Kegiatan ini bertujuan mengantisipasi risiko longsor dan erosi sekaligus mendukung pelestarian lingkungan serta mitigasi bencana.

Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara UNISS Batang dengan Karang Taruna Desa Jrakahpayung, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Batang, Forum Pemuda Pencinta Alam Indonesia (FKPPAI), serta melibatkan civitas akademika Fakultas Teknik dan Rekayasa dan mahasiswa Fakultas Teknik UNISS.

Lereng bukit Desa Jrakahpayung dipilih sebagai lokasi penanaman karena memiliki peran strategis sebagai kawasan penyangga lingkungan dan daerah resapan air. Wilayah ini juga termasuk zona yang memiliki potensi erosi dan longsor. Melalui penanaman pohon konservasi, diharapkan struktur tanah menjadi lebih stabil, daya dukung lingkungan meningkat, serta risiko bencana dapat diminimalkan.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNISS Batang, Suparno, S.E., S.H., M.H., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen UNISS dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

“UNISS hadir di tengah masyarakat tidak hanya melalui pendidikan dan penelitian, tetapi juga melalui aksi nyata pelestarian lingkungan. Menjaga alam adalah tanggung jawab bersama. Ketika alam kita rawat, alam akan memberikan manfaat dan perlindungan bagi kehidupan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Ir. Jamal, S.T., M.T., yang akrab disapa Mas Jamal, selaku Ketua Wilayah Forum Pemuda Pencinta Alam Indonesia (FKPPAI) Daerah Istimewa Yogyakarta sekaligus dosen Universitas Selamat Sri. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya konservasi dan pengurangan risiko bencana.

“Kegiatan ini menunjukkan bahwa konservasi lingkungan tidak bisa berjalan sendiri. Sinergi antara perguruan tinggi, organisasi kepemudaan, pemerintah daerah, dan masyarakat merupakan kunci utama. Penanaman pohon konservasi di kawasan rawan longsor seperti ini adalah langkah konkret yang harus terus berkelanjutan,” tegasnya.

Sementara itu, Wahyu Diono, S.T., M.T., menyampaikan bahwa konservasi alam memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan kehidupan manusia. Menurutnya, penanaman pohon di kawasan lereng bukit merupakan langkah preventif yang efektif untuk mengurangi dampak kerusakan lingkungan.

“Penanaman pohon konservasi bukan hanya untuk hari ini, tetapi merupakan investasi lingkungan dan warisan bagi generasi mendatang,” ungkapnya.

Dari unsur masyarakat, Ketua Karang Taruna Desa Jrakahpayung, Supriyadi, menyampaikan terima kasih kepada UNISS Batang, DLH Kabupaten Batang, FKPPAI, serta mahasiswa Fakultas Teknik UNISS atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mengurangi risiko longsor dan erosi di wilayah desanya.

“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan sekaligus mengurangi potensi bencana di Desa Jrakahpayung,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, UNISS Batang bersama FKPPAI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendukung pelestarian lingkungan, pengurangan risiko bencana, serta pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *